E-Warong efektif kurangi angka kemiskinan dan stunting, sebut Mensos

E-Warong ini efektif, ini juga dari warga dan merupakan pemberdayaan ekonomi. Di samping menjadi tempat penyaluran sembako dan agen dari bank, warga bisa berwirausaha

Semarang (ANTARA) – Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyebutkan bahwa “E-Warong” Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang merupakan bagian dari Program Sembako, cukup efektif dalam mengurangi angka kemiskinan dan penderita “stunting” (anak kerdil) di berbagai daerah.


“E-Warong ini efektif, ini juga dari warga dan merupakan pemberdayaan ekonomi. Di samping menjadi tempat penyaluran sembako dan agen dari bank, warga bisa berwirausaha,” kata Mensos usai penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BNPT) di E-Warong Kelompok Usaha Bersama “Mandiri Jaya” di Jalan Puspanjolo Selatan Nomor 219, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat.


E-Warong KUBE merupakan bantuan sosial dari Kementerian Sosial yang bertujuan memberdayakan keluarga penerima manfaat (KPM) untuk memiliki kemampuan sebagai subjek yang mengelola dana bantuan sosial.


Ia mengatakan sebelumnya KPM bantuan sosial sebagai objek yang hanya sebagai penerima bantuan sosial, tapi dengan bantuan sosial E-Warong KUBE maka KPM diberikan penguatan untuk mengelola bantuan sosialnya sebagai agen bank yang dapat memfasilitasi penyaluran bantuan sosial bagi KPM lainnya.


Mensos mengatakan bahwa Program Sembako merupakan upaya dari pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan dan memberdayakan masyarakat melalui program perekonomian kerakyatan karena mitra-mitra yang digandeng itu dilatih untuk bisa berwirausaha guna peningkatan kesejahteraan keluarganya masing-masing.


Pada tahun 2020, kata Mensos, indeks bantuan dari BPNT mengalami kenaikan dari semula Rp110 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi Rp150 ribu per KPM untuk tiap bulan.


Masing-masing KPM juga akan didampingi dan diarahkan sehingga bisa naik kelas menjadi keluarga sejahtera.


“Kita harapkan juga Program Sembako bisa membantu pemerintah dalam pengurangan angka stunting karena disediakan bahan makanan bergizi. Sekarang sembakonya bervariasi, dulu beras dan telur saja, sekarang ditambah ada daging ayam atau ikan dan sayuran,” katanya.


Penambahan bahan pangan pada Program Sembako ini juga mendukung Program Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kekurangan Gizi (stunting).


Bahan pangan tambahan seperti sayur-mayur, buah-buahan, ikan segar, daging atau kacang-kacangan dapat diolah menjadi makanan pendamping air susu ibu (ASI), serta dapat meningkatkan varian gizi yang didapat oleh ibu hamil.

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber: Antaranews.com

Topic:

Just For You