Toko yang Transaksi Pakai QR Code Meroket Januari 2020

JanEtes – Total merchant atau toko yang menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) untuk bertransaksi naik lebih dari 100 persen hingga akhir bulan lalu. Kenaikan ini terjadi satu bulan setelah aturan QRIS Bank Indonesia di rilis mulai diimplementasikan pada awal 1 Januari 2020. 

Regulasi tersebut tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) nomor 21/18/PADG/2019 tentang Implementasi Standar Nasional Quick Response (QR) Code untuk Pembayaran. Aturan ini yang menjadi pedoman QRIS di Indonesia ini dikeluarkan pada 16 Agustus 2019. 

Dikutip VIVAnews dari data Bank Indonesia, Senin 10 Februari 2020, hingga 31 Januari 2020, merchant atau toko di seluruh Indonesia yang menggunakan QRIS sudah mencapai 2,687,543 toko. Jumlah itu naik dari sebelumnya data 16 Desember 2029 yang sebanyak 1.294,695 toko.

Selain itu, hingga periode tersebut sudah ada 26 pasar di 11 provinsi telah menggunakan QRIS saat ini. Penggunaan QRIS itu berkoordinasi dengan 15 Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPwDN) BI antara lain di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kediri, Cirebon, Lampung, Solo, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur. 

Sementara itu, transaksi keuangan menggunakan QRIS juga telah dilakukan di di 9 universitas yang berada di 8 Provinsi di Indonesia. Transaksi itu dilakukan melalui 8 KPwDN di Lampung, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Malang dan Bangka Belitung. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, BI akan terus mempromosikan ekonomi dan keuangan digital ke depannya. Hal itu sejalan dengan Implementasi Cetak Biru Sistem Pembayaran Nasional 2025. 

“Penerimaan QRIS terus tumbuh dari pasar tradisional dan Universitas hingga transaksi lintas batas,” ujarnya. 

Sumber: Vivanews.com

Topic:

Just For You