Wabah Corona Buat Pasar Smartphone Meradang

Wabah virus corona di China berpotensi mengancam penjualan dan produksi di industri ponsel pintar, begitu menurut vendor chip Qualcomm Inc.

Pernyataan itu menyeret turun saham-saham perusahaan chip walaupun industri itu sudah menunjukkan tanda-tanda membaik.

Qualcomm memprediksi, (akan terjadi penurunan) permintaan perangkat dan rantai pasokan di tengah ketidakpastian yang lahir karena virus corona,” kata Kepala Keungan Qualcomm, Akash Palkhiwala, dikutip dari Reuters, Kamis (6/2/2020).

Baca Juga: Virus Corona, Pengiriman Smartphone Kena Getahnya

Saham Qualcomm turun 3,75% dalam perdagangan pascajam kerja, Rabu (5/2/2020). Tak cuma itu, walau memproyeksikan pendapatan di Kuartal II di atas perkiraan Wall Street, Qualcomm tetap menurunkan batas bawah pedoman laba per saham.

Palkhiwala berujar, “untuk memperhitungkan kemungkinan gangguan virus corona, kami menurunkan batas bawah pedoman laba per saham sebesar 5 sen.”

Para pejabat Qualcomm mencoba menenangkan kecemasan para analis atas virus itu; mengatakan perusahaan dapat menghadapi gangguan.

“Jika ada masalah, seperti soal rantai pasokan dan permintaan di China, kami cenderung memiliki pasar lain untuk mengatasi masalah itu, kami memproyeksikan pasar potensial dalam perencanaan kami,” jelas Kepala Eksekutif Qualcomm, Steve Mollenkopf.

Tahun ini, pasar terbesar 5G diprediksi berada di Amerika Serikat, Korea, dan Jepang; Qualcomm telah membidik pasar-pasar itu.

Namun, kecemasan para investor tetap membayangi optimisme itu.


Disclaimer: Semua artikel di kanal Sindikasi ini berasal dari mitra-mitra Viva Networks. Isi berita dan foto pada artikel tersebut di luar tanggung jawab Viva Networks.

Sumber: Vivanews.com

Topic:

Just For You