BI: Stimulus di negara maju redam kepanikan pasar keuangan global

Langkah-langkah ini mengurangi kepanikan di berbagai pasar keuangan global

Jakarta (ANTARA) – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai berbagai stimulus yang telah dikeluarkan oleh negara-negara maju mampu meredam kepanikan pasar keuangan global akibat pandemi COVID-19 sehingga pasar menjadi lebih stabil.

“Langkah-langkah ini mengurangi kepanikan di berbagai pasar keuangan global,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Perry Warjiyo menjelaskan stabilitas pasar keuangan didukung oleh disetujuinya paket stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS) senilai total 2 triliun dolar AS dengan rincian 100 miliar dolar AS untuk bidang kesehatan dan 350 miliar dolar AS untuk UMKM.

Kemudian, paket stimulus Amerika Serikat senilai 2 triliun dolar AS itu juga digunakan untuk mendukung tenaga kerja sebesar 250 miliar dolar AS, 500 miliar dolar AS untuk dunia usaha, serta sisanya dialokasikan untuk bantuan sosial.

Selain itu, Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (Fed) juga menambah stabilitas pasar keuangan melalui kebijakan pemangkasan suku bunga acuannya sebesar 100 basis poin (bps) atau mendekati 0 persen.

“The Fed juga telah menambah injeksi likuiditas untuk ke pasar uang maupun juga pembelian surat-surat berharga dari sektor keuangan maupun korporasi,” kata Gubernur BI itu.

Baca juga: Wall Street berakhir bervariasi di tengah antisipasi paket stimulus

Tak hanya itu, Jerman juga menyetujui paket stimulus fiskal sebesar 10 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)-nya atau setara dengan 860 miliar dolar AS.

Perry Warjiyo melanjutkan Bank Sentral Eropa juga telah menyepakati untuk melakukan injeksi likuiditas seiring adanya koordinasi berbagai negara maju dan berkembang, termasuk dengan Indonesia dalam kerangka G20.

Ia menuturkan langkah dan kebijakan negara-negara tersebut mengurangi kepanikan di pasar global yang dapat dilihat salah satunya melalui adanya perbaikan indeks saham Dow Jones yang menguat.

Baca juga: Saham Inggris naik tajam, indeks FTSE 100 terangkat 4,45 persen

“Kita catat indeks berbagai negara lain juga mengalami penguatan seperti Brazil, Meksiko, dan Rusia. Ini menunjukkan paket kebijakan moneter maupun stimulus mengurangi kepanikan di pasar,” kata Gubernur BI tersebut.

Ia menyatakan meredanya tekanan di pasar global berpengaruh terhadap pasar keuangan Indonesia seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang pada hari ini diperdagangkan Rp16.228.

Baca juga: Rupiah menguat tajam, dipicu stimulus besar-besaran pemerintah AS

Selanjutnya, di pasar saham turut mengalami perbaikan yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berada di posisi 4.316 atau menguat 380 poin dalam pembukaan perdagangan pada Kamis (26/3). 

Baca juga: IHSG Kamis pagi dibuka melambung, tembus level 4.000

Sementara di pasar obligasi pemerintah, Perry menyebutkan adanya penguatan karena investor asing sudah mulai kembali membeli Surat Berharga Negara (SBN), khususnya di pasar sekunder.

Outflow juga mengalami penurunan dan ini menunjukkan bahwa kondisi keuangan baik pasar valas, pasar saham, atau pasar obligasi semakin membaik,” tegasnya.

Baca juga: Gubernur BI: Kondisi ekonomi saat ini beda dengan krisis 1997 dan 2008

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber: Antaranews.com

Topic:

Just For You