Megawati berduka cita atas wafatnya ibunda Jokowi

Kami mendoakan semoga Pak Jokowi diberikan ketabahan, kesehatan, dan kekuatan lahir dan batin

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan keluarga besar partai mengucapkan duka cita yang mendalam atas wafatnya ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomihardjo.

“Begitu mendapat kabar dari Mas Pramono Anung, saya melaporkan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri. Ibu Megawati mengucapkan duka cita yang mendalam, mendoakan Almarhumah semoga husnul khatimah,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Ibunda Jokowi akan dimakamkan di Karanganyar

Keluarga besar PDI Perjuangan, kata Hasto, juga mendoakan Presiden Jokowi dan keluarga agar mendapatkan rahmat kekuatan, mengingat Ibunda beliau wafat ketika Presiden Jokowi sedang memimpin secara langsung dan berjuang mengatasi pandemik COVID-19.

“Di tengah tugas dan tanggung jawab Bapak Presiden Jokowi tersebut, maka atas wafatnya Ibunda beliau kami mendoakan semoga Pak Jokowi diberikan ketabahan, kesehatan, dan kekuatan lahir dan batin,” ujarnya.

Kita semua menyerahkan sepenuhnya pada kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Seluruh anggota dan kader partai ikut berbelasungkawa, dan hanya bisa mendoakan dari rumah, kata Hasto.

“Semoga Tuhan Yang Maha Pemurah memberikan jalan terbaik, diterima amal-amal jariyahnya, dilapangkan alam kuburnya, dan hidup abadi di surga bagi almarhumah,” ujarnya pula.
Baca juga: Presiden Jokowi minta para menteri tetap fokus tangani COVID-19

Berdasarkan informasi yang disampaikan Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, ibu Presiden Jokowi yakni Sudjiatmi Notomihardjo wafat di Solo pukul 16.45 WIB.

Presiden Jokowi dikabarkan telah tiba di Solo pada pukul 17.52 WIB.

Sudjiatmi lahir pada 15 Februari 1943 dan kemudian menikah dengan Widjiatno Notomihardjo yang memiliki empat orang anak.

Jokowi adalah anak pertama dari kedua pasangan suami-istri itu yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Juni 1961.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber: Antaranews.com

Topic:

Just For You